Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Astra Percepat Pembayaran Utang
15 Mei 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Astra International Tbk (ASII) melakukan percepatan pembayaran atas seluruh utangnya seri I perseroan senilai US$ 200 juta pada September 2000 dan Rp 199 miliar pada Maret 2001. Demikian diungkapkan oleh Corporate Secretary ASII, Aminuddin, dalam keterangannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), yang diterima Tempo Interaktif di Jakarta, Selasa (15/5).

Menurut Aminuddin, pelunasan seluruh utang seri I yang dilakukan oleh perseroannya tersebut, telah mengurangi 20 persen total utang perseroan secara keseluruhan. Dengan pengangsuran utang tersebut, kini utang ASII menjadi sebesar US$ 800 juta, dari utang semulanya US$ 1 miliar. Sementara itu, utang pokok berikutnya akan jatuh tempo pada 2002, senilai kurang lebih US$ 175 juta dan Rp 205 miliar.

Dalam pembayaran utangnya itu, perseroan membayar bunga utang setiap kuartal. Pada tahun 2001 ini, besarnya suku bunga ditetapkan 2 persen di atas SIBOR untuk utang seri II senilai 700 juta dolar. Sedangkan, rencana untuk mencicil utang beserta bunganya pada tahun 2000 lalu, perseroan akan menggunakan dana hasil penjualan ASII kepada Astra Honda Motor sebesar Rp 1,12 triliun.

Keberhasilan perseroan dalam melakukan pembayaran utang seri I secara lebih awal ini, kata dia, disebabkan oleh kondisi cash flow yang cukup kuat dari hasil operasi perseroan selama tahun 2000, serta proceed dari hasil restrukturisasi bisnis sepeda motor Honda.

Kuatnya cash flow perusahaan ini, ujar Aminuddin, didukung oleh perkembangan bisnis otomotif perseroan yang hingga bulan Maret 2001 lalu yang mengalami kenaikan yang cukup besar. Di antaranya, penjualan domestik mobil Astra naik 18,9 persen menjadi 29.780 unit dari 25.036 unit unit di periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk ekspor, penjualannya juga meningkat 6,9 persen menjadi 10.142 unit dari 9.486 unit di periode yang sama tahun 2000 lalu. (Juke Illafi K)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pencatatan BRI Belum Menggerakkan Pasar
2004 Komatsu Konsentrasi di Pertambangan dan Kehutanan
Suspensi Saham Indocement Dicabut
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk Berencana Bagikan Saham Bonus
Dubai Lirik Produk Syariah Indonesia

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data