Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

YLKI Tidak Setuju Tarif Listrik Naik
12 Mei 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) keberatan terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik. Kalau memang kenaikan tarif ini sudah tidak bisa dihindarkan karena PLN merugi selama ini, yang harus dilakukan oleh PLN adalah memberikan kompensasi nyata dari kenaikan tarif tersebut. “Kenaikan tarif itu harus dibarengi dengan kompensasi yang nyata, misalnya pelayanannya ditingkatkan,” kata Ketua YLKI, Indah Sukamaningsih, kepada Tempo ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (11/5).


Namun Indah khawatir, kenaikan tarif dasar listrik itu diakibatkan ketidakefsienanan managemen PLN itu sendiri. Kalau memang kejadiannya seperti itu, maka saat ini telah terjadi pembebanan terhadap konsumen. Menurutnya, masih banyak yang harus diperbaiki dalam hal pelayanan PLN kepada masyarakat. Ia mencontohkan banyak sekali kasus tidak diperiksanya rekening listrik masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang mengeluh terhadap tagihan rekening mereka.

Selain itu, juga soal beredarnya rekening palsu. “Beredarnya rekening palsu menunjukan seberapa buruk management PLN sekarang ini,” katanya. Karena itu, hal paling utama yang harus dilakukan PLN saat ini adalah membenahi manajemen perusahaan listrik negara tersebut. (Ervan Fauzi).

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Tidak Ada Perbaikan pada Pelayanan Transpotasi Publik
YLKI Tidak Setuju Tarif Listrik Naik
YLKI Tak Setuju Kenaikan Tarif Telepon
Harus Diikuti Peningkatan Pelayanan
YLKI Minta Pengalihan Subsidi BBM Dievaluasi

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data