|
Garuda Indonesia Hentikan Operasi Fokker F-28
25 April 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia menghentikan penggunaan lima pesawat tipe Fokker F-28 buatan Belanda dari operasi penerbangannya. Selama beroperasi, kelima pesawat itu melayani penerbangan ke Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin dan Solo. “Kami menutup operasi Fokker untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik dan standarisasi,” kata Abdulgani, direktur utama PT Garuda kepada wartawan usai mengikuti Farewell Flight pesawat jenis F-28 dari Yogyakarta ke Jakarta Rabu (25/4).
Penutupan operasi pesawat tipe F-28 ini ditandai dengan penerbangan terakhir dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta. Pemberangkatan dilakukan menggunakan pesawat F-28 seri PK-GKZ sekitar pukul 10.00 WIB. Turut mengikuti penerbangan itu, selain Abdulgani, ada Rudi A Hardono, Direktur Operasi Garuda dan Richard Budihadianto S, Direktur Teknik Garuda. Perjalanan selama 50 menit ini diterbangkan oleh Noor Wahjudie, Chief Pilot F-28 Garuda.
Menurut Abdulgani, pesawat berpenumpang 85 orang ini, sudah beroperasi sejak 1984. Diharapkan berhentinya operasi pesawat ini, akan membuat munculnya target pasar baru pada para bussines travelers di sektor domestik. “Para pengguna Garuda agar lebih nyaman dan ketepatan dalam melaksanakan penerbangan dengan kami,” kata dia.
Selain peningkatan pelayanan, Abdulgani juga mengatakan, pelaksanaan phase out pesawat F-28 tersebut juga merupakan bagian dari upaya Garuda menyederhanakan jenis dan tipe armadanya. Perusahaan ini diharapkan hanya mengoperasikan beberapa tipe pesawat seperti Boeing dan Airbus saja. “Kita ingin semua pesawat yang beroperasi seragam,” jelasnya.
Tidak beroperasinya lima pesawat Fokker-28 itu, kata Abdulgani, membuat kekuatan armada Garuda menjadi 44 buah pesawat. Ini terdiri dari B-747-400 (4 buah), B-747-200 (4 buah), A-330-300 (6 buah), DC-10-30 (5 buah), B-737-300 (14 buah), B-737-300 (7 buah) dan B-737-500 (5 buah). Sementara lima pesawat F-28 yang diberhentikan operasinya, jenis F-28 MK 3000 (3 buah) dan F-28 Mk 4000 (2 buah). Sebelumnya Garuda sudah tidak mengoperasikan pesawat jenis DC-9 dan B-737-200.
Rudi A Hardono mengatakan, pesawat F-28 Garuda selama beroperasi mendapatkan perawatan rutin. Di antaranya pre flight check (PFC) setiap hari ketika hendak terbang dan A-check setiap kali usai penerbangan. Pesawat F-28 juga mendapatkan perawatan berjangka B-check setiap 125 jam terbang, C-check setiap 250 jam terbang, setengah E-check setiap 6.000 jam terbang dan E-check setiap 12 ribu jam terbang.
Hardono mengatakan, pesawat F-28 mulai didatangkan sejak tahun 1971 hingga tahun 1984. Mulai 1977, kedatangan pesawat F-28 merupakan penyelesaian program jetisasi seluruh pesawat yang beroperasi. “Sebelumnya masih ada pesawat non jet (propeller atau baling-baling),” kata dia.
Setelah tidak beroperasi, lanjut Rudi, rencananya pesawat F-28 akan disimpan di Hangar 2 bandara Cengkareng. Rencananya pesawat yang dibeli baru dengan harga US$ 10 juta tersebut akan dijual seharga US$ 1,5 juta. “Tapi sejauh ini masih belum ada yang melakukan penawaran,” kata dia. (E. Karel Dewanto)
|