TEMPO Interaktif, Jakarta:Di tengah krisis kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, Australia menyatakan komitmennya untuk melakukan investasi di Indonesia. Dipimpin oleh Menteri Perdagangan Australia, Mark Vaile, misi perdagangan Australia menandatangani beberapa nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia.
Sebanyak 16 perusahaan di bawah bendera Austin Australia, menyepakati untuk menanamkan investasinya sebesar A$ 550 juta. Mereka akan menanamkan investasi di bidang agrobisnis, pertambangan, manufacturing dan energi, transportasi, logistik dan keuangan.
“Kita senang mereka membawa uang A$ 550 juta. Ini merupakan awal yang bagus,” ungkap Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, Luhut B Panjaitan, saat menyaksikan penandantanganan MoU tersebut di Hotel Regent, Jakarta, Jumat (16/2).
MoU itu sendiri terjadi antara Austin Australia dan PT Wirasapi serta PT Satyamitra Surya Perkasa. Dalam perjanjian tersebut, Austin Australia juga menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi di Indonesia hingga mencapai A$ 1,3 miliar sampai lima tahun mendatang.
Panjaitan berharap, kerjasama perdagangan dan investasi itu dapat terus dilanjutkan dan direalisasikan. Untuk itu, Presiden Abdurrahman Wahid dijadwalkan akan mengunjungi Australia pada bulan April. Diisyaratkan pula menjelang kunjungan itu, pemerintah akan mengumumkan investasi Australia dalam jumlah yang lebih besar. “Kita tunggu saja.”
Sementara itu, Menteri Vaile menyatakan terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan hasil langsung dari forum menteri Australia-Indonesia yang dilaksanakan Desember lalu di Canberra, Australia. Misi perdagangan Australia kali ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis dan menegaskan dukungan Australia atas dimulainya putaran baru negosiasi WTO.
Vaile menyatakan, pada tahun lalu perdagangan antara Australia dan Indonesia mencapai A$ 5,6 miliar. Dan ia berharap angka itu akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang. Dalam kesempatan kunjungannya ke Indonesia, misi yang beranggotakan sejumlah eksekutif bisnis senior Australia telah bertemu dengan pejabat pemerintah dan praktisi bisnis di Jakarta. (Deddy Hermawan)