Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI dan Peruri Bantah Cetak Uang Palsu
07 Pebruari 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan menepis anggapan bahwa BI terlibat dalam kasus pencetakan uang palsu, sebab urusan pencetakan uang sepenuhnya merupakan wewenang Perum Peruri. “Memang ada kemungkinan oknum BI terlibat dalam distribusi uang palsu, seperti kasus yang pernah terjadi di Bandung,” kata Pohan saat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR yang dipimpin Wakil Ketuanya Faisal Baasir di Gedung DPR Jakarta, Rabu (7/2).

Aulia menegaskan, BI tidak terlibat langsung dalam pencetakan uang. Hal-hal menyangkut film, printer, dan ahli kertas uang berada pada ruang lingkup Peruri. “Tidak mungkin pabrik baju memalsukan baju yang diproduksi,”kata Aulia.

Sementara itu, pihak Perum Peruri sendiri, melalui Direktur Utama-nya M Kusman Martono, juga membantah tudingan keterlibatan mereka dalam pencetakan uang palsu. Kusman mengatakan, semua uang yang akan dicetak adalah atas sepengetahuan BI. Bahkan untuk mengganti uang yang rusak pun harus melalui berita acara, selanjutnya hasil cetakan uang tersebut disimpan di gudang-gudang milik BI. Jadi, menurut dia, kemungkinan Peruri terlibat uang palsu kecil sekali.

Menurut Wakil Kepala Korps Reserse (Wakakorse) Mabes Polri, Sudirman Ail, masalah uang palsu ini sangat rumit sehingga penanganannya pun harus spesifik, seperti kasus narkoba dan korupsi. Kepolisian, kata dia, belum mendapat bukti dalam pencetakan uang palsu. Menurut dia, bukti menunjukkan bahwa uang palsu lebih banyak dicetak di luar percetakan resmi. Ia juga tidak menampik, kemungkinan keterlibatan sindikat terorganisir di luar negeri. (Ri’fat Pasha)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bank Indonesia Tingkatkan Layanan Penukaran Recehan
Draft RUU Transfer Dana Diserahkan Desember
Direktur Bank BNI Tak Mau Berkomentar
BI Akan Usut Pembobolan Bank Mandiri
BI Tidak akan Intervensi Rupiah untuk Eksportir

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data