Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

BCA targetkan laba Rp 1,8 triliun pada akhir 2001
29 Januari 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan laba perseroan sebesar Rp 1,8 triliun pada akhir 2001. Demikian diungkapkan Lena Setiawati, Corporate Secretary BCA, seperti tertuang dalam pengumuman Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (29/1).

Menurut Lena, sumber pendapatan BCA untuk mencapai target laba tersebut, diharapkan berasal dari interest spread (selisih suku bunga deposito dan kredit) dan fee base income (pendapatan jasa administrasi).

Dalam laporan itu pula, BCA menginformasikan kepada BEJ mengenai peran BCA
dalam memelopori penyaluran Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang telah
diluncurkan pada 18 Januri 2001, kepada para petani di daerah
Yogyakarta dan Jawa Tengah , serta daerah-daerah lainnya.

Menurut Lena, KKP tersebut merupakan penyempurnaan dari KUT (Kredit Usaha Tani) dan KKpA (Kredit Koperasi untuk Anggota) yang mencakupi petani unggas, tebu, dan nelayan serta KKoP (Kredit Koperasi Pangan). “Karena pemerintah sudah tidak meneruskan lagi pola kredit KUT seperti yang lalu.”

Dia juga mengatakan bahwa BCA hanya membiayai KKP untuk kegiatan usaha
intensifikasi padi, jagung, kedelai, singkong, ubi jalar. Jangka waktu pinjaman tersebut maksimum satu tahun tergantung pada musim tanamnya, sedangkan suku bunga pinjaman yang ditetapkan pemerintah adalah 12 persen pertahun dan
tidak bunga-berbunga.

Partisipasi BCA ini, kata dia, diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk
meningkatkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan petani,
melalui penyediaan kredit investasi atau modal kerja dengan tingkat bunga yang
terjangkau.(Juke Illafi K)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bursa Efek Surabaya Merevisi RKAT 2003
Indorama Synthetics Tunda Bayar Dividen
BEJ Suspend Saham PT Centex Tbk
Dalam Semenit, Keluar Rp 300 Miliar untuk Mendongkrak Indeks
Indeks Terkoreksi Tipis pada Sesi I

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data