|
Ekonomi Bisnis
Sinar Mas Akan Tambah Aset Jaminan
13 Januari 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Grup Sinar Mas kemungkinan besar akan memberikan tambahan aset jaminan dan jaminan pribadi (personal guarantee) kepada BPPN, berkaitan dengan upaya penyelesaian pemberian kredit terafiliasi senilai Rp 13,7 triliun yang disalurkan melalui Bank Internasional Indonesia (BII). Grup bisnis milik Eka Tjipta Wijaya itu dinilai cukup kooperatif dalam perundingan dengan pihak pemerintah. Hal ini disampaikan Kepala Sekretariat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Felia Salim, ketika dihubungi TEMPO Interaktif , via telepon di Jakarta, Jumat (12/1) malam.
Menurut Felia, sejauh ini belum ada keputusan resmi dari KKSK tentang penyelesaian masalah ini. Mengingat, hal itu masih akan dibahas dalam rapat KKSK pada Rabu, pekan depan. Namun menurut sumber TEMPO Interaktif di Grup Sinar Mas, sesungguhnya telah dilakukan pertemuan antara BPPN, KKSK dan Sinar Mas untuk membahas masalah ini. Ketika dikonfirmasi, Felia tidak membantahnya. “Memang sudah ada pembahasa, tapi belum final,” ujarnya.
Meski demikian, Felia menolak merinci materi pembahasan yang telah dilakukan. Namun, soal kemungkinan kesediaan Grup Sinar Mas untuk memberikan tambahan aset jaminan dan personal guarantee, Felia pun tidak menyangkalnya. “Indikasinya, mereka memang kelihatannya akan kooperaatif,” kata dia. Grup Sinar Mas dipandang perlu menyerahkan tambahan aset jaminan, karena berdasarkan perhitungan Direktur Riset PT SG Securities Lin Che Wei, nilai aset yang dijaminkan tersebut sudah menyusut.
Seperti diketahui, Grup Sinar Mas pada 31 Maret 2000 telah menandatangani kesepakatan dengan BPPN untuk melunasi kredit terafiliasinya sebesar Rp 13,7 triliun, yang disalurkan BII. Pencicilan dibagi dalam empat tahap yakni 31 Maret 2001 (10 persen), 30 September 2001 (15 persen), 31 Maret 2002 (25 persen) dan 30 September 2002 (50 persen). Sebagai jaminan atas penyelesaian kredit tersebut, Sinar Mas telah menyerahkan aset senilai 145 persen dari kewajibannya atau setara Rp 19,9 triliun.
Di mana sebagian besar aset yang dijaminkan berasal dari perusahaan-perusahaan publik Grup Sinarmas di dalam dan luar negeri. Menurut perhitungan Lin Che Wei, nilai aset tersebut telah menurun drastis, akibat turunnya harga saham perusahaan-perusahaan itu yang rata-rata mencapai 73 persen. Salah satunya, kata dia, dipicu oleh kemungkinan adanya penolakan dari otoritas pasar modal Amerika atas rencana PT Asia Pulp and Paper (APP) untuk menerbitkan obligasi pengganti (exchange offer programme) atas obligasi yang akan jatuh tempo.
Menanggapi adanya penurunan rata-rata harga saham perusahaan publik Grup Sinar Mas sebesar 73 persen itu, sumber tadi membenarkannya. Karena itu, Che Wei berpendapat, Grup Sinar Mas harus menyerahkan aset tambahan kepada BPPN. Menurut sumber tadi, Grup Sinar Mas memang akan menyerahkan tambahan aset dan personal guarantee. “Tapi finalisasinya, masih dibahas BPPN dan grup Sinar Mas,” ujarnya.(Metta Dharmasaputra)
|