|
Ekonomi Bisnis
Selama Tahun 2000 Inflasi Mencapai 9,35 Persen
03 Januari 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Desember 2000, inflasi mencapai 1,94 persen, sehingga laju inflasi selama tahun 2000 mencapai 9,35 persen. Sedangkan laju inflasi tahun anggaran (April-Desember) 2000 sendiri mencapai sebesar 8,33 persen.
"Selama Desember 2000 secara umum harga berbagai jenis barang dan jasa menunjukkan kenaikan, terutama disebabkan dengan beberapa hari raya," kata Kepala BPS Soedarti Surbakti seperti dilaporkan Antara di Jakarta, Rabu (3/1).
Besarnya laju inflasi tahun 2000 ini lebih tinggi dibanding tahun 1999 yang hanya mencapai 2,01 persen, tapi jauh lebih rendah dibanding tahun 1998 yang mencapai 77,63 persen. Selama Desember, kata Soedarti, beberapa jenis barang dan jasa yang naik. "Namun ada pula beberapa jenis barang yang turun harga," kata dia.
Masih untuk bulan Desember, seluruh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 5,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,77 persen; kelompok perumahan sebesar 0,37 persen; kelompok sandang sebesar 2,81 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,39 persen; serta kelompok transpor dan komunikasi 1,16 persen.
Selama Desember 2000, tercatat 41 kota IHK mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi, di mana inflasi tertinggi terjadi di Sibolga, Sumatera Utara, sebesar 4,63 persen dan inflasi terendah di Batam, Riau, sebesar 0,41 persen. "Deflasi atau inflasi minus terjadi di Manado sebesar minus 0,16 persen dan Kendari minus 0,73 persen," kata Soedarti.
Di Pulau Jawa inflasi terbesar selama Desember 2000 tercatat di Surakarta, Jawa Tengah, sebesar 3,04 persen dan inflasi terendah di Yogyakarta sebesar 1,37 persen. (PL)
|