Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jalur Kanvas Paris-Jakarta
Senin, 12 Mei 2008 | 12:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah koper tua dilubangi sisinya. Lewat lubang segi empat ini, pengunjung bisa mengintip, ada miniatur Menara Eiffel yang diterangi sinar kuning. Koper itu lengkap dengan label bagasi sebuah penerbangan. Perupa Hardiman Radjab memberi judul karya itu Paris-Jakarta. Judul ini langsung bersentuhan dengan tema pameran "Dari Paris ke Jakarta".

Ada banyak karya disuguhkan dalam pameran yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 30 April-13 Mei 2008 itu. Pengunjung bisa menemukan karya perupa Indonesia dan Prancis. Perupa dari Indonesia antara lain Srihadi Sudarsono, A.D. Pirous, Abas Alibasyah Hanafi, Harry Darsono, Koko P. Sancoko, dan Nus Salomo. Sedangkan dari Prancis antara lain Hans A.R.P., Anna-Eva Bergman, Jean Couy, Hans Hartung, dan Jean Le Moal.

Obyek yang dibidik para perupa bermacam-macam. Dari pemandangan lima alien yang menjinjing jeriken minyak karya M. Rizal Fauzi berjudul Tribute to Vasarely, perempuan bugil yang terlelap di atas kasur dengan pemandangan pinggir sungai di Prancis karya Nus Salomo berjudul French Beauty, sampai pemandangan indah pegunungan dari balik jendela karya Paul Kadarisman yang dinamai Tidak Ada Judul.

Sementara para perupa Indonesia menampilkan karya realis, lukisan-lukisan perupa Prancis malah cenderung abstrak, seperti karya Bergman Anna-Eva yang menggunakan dua warna: hitam dan putih, atau deretan lukisan Hartung Hans yang berupa coretan cat hitam.

Ada juga sketsa yang ditorehkan Marquet Albert yang ternyata lebih mudah dipahami dari jenis lukisan sebelumnya. Sketsa itu bercerita tentang interaksi manusia dan pemandangan. Juga ada karya Gonzales Roberta yang menggunakan coretan hitam untuk menggambar seekor ayam raksasa.

Karya-karya seniman Prancis ini merupakan lukisan tempo dulu koleksi Galeri Nasional. Para perupanya pun telah tutup usia, seperti Gonzales Roberta, yang lahir pada 1909 dan tutup usia pada 1976. Perupa kelahiran Paris ini kerap mencampurkan guratan geometris dengan surealisme.

Tak semua yang dipajang berupa lukisan, juga ada karya tiga dimensi. Tengoklah, misalnya, sepasang patung Tintin dan anjingnya, Snowy, karya Budi Adi Nugroho berjudul Tibet...Tibet...Tibet yang terbuat dari kayu resin berwarna merah. Ada bantal stainless berwarna perak karya Awan Simatupang serta sepasang sofa beserta lampu lantai berkaki tinggi buatan Rotua Magdalena P. Agung.

Pameran Paris-Jakarta semacam ini pernah digelar pada 1992. Peristiwa itu, menurut Kepala Galeri Nasional Tubagus Andre Sukmana, menjadi salah satu momen penting dalam kebijakan penyusunan koleksi karya-karya internasional yang dimiliki pemerintah Indonesia. "Karya-karya dari Prancis itu kini menjadi bagian penting koleksi karya internasional Galeri Nasional Indonesia," demikian ia menulis dalam katalog pameran.

Berbeda dengan pameran serupa pada 1992, menurut kurator pameran Rizki A. Zaelani, format pameran kali ini memperluas interaksi karya di antara seniman dua negara. Pada pameran sebelumnya, karya lukis dari Prancis didampingi seniman senior yang pernah mengunjungi Kota Paris pada 1950-an dan 1960-an. Kali ini juga dihadirkan karya-karya seniman yang lebih muda. "Terlepas dari apakah mereka pernah ke Kota Paris atau tidak." l AGUSLIA HIDAYAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siluet Tubuh
Karya Perupa Muda
Kanvas Perang
Cantik Luar-Dalam
Seni Rupa Jalanan
Palangkaraya Gelar Pameran Hari Museum Internasional
Dari Sampah sampai Polusi
Pesta Sketsa
Laku Dua Perupa
Ekspresi Wajah Zhao Nengzhi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122888 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Awa! Ranjau Paku di Sekitar Anda!
Pemerintah Anggarkan Dana Otonomi Khusus Rp 8 Triliun
Bayi Perempuan Matt Damon
Warga Pakistan Aniaya Perempuan
Pemekaran Tidak Serius Bebani Keuangan Negara

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data