Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jurus Sakti Chaiya
Jum'at, 09 Mei 2008 | 11:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah menjual perahu nelayan miliknya, Samor (diperankan oleh Sonthaya Chitmanee) bersama dua kawannya, Piak (Akara Amarttayakul) dan Pao (Thawatchai Penpakdee), nekat merantau ke Bangkok. Mereka bertekad menjadi petinju profesional, tapi nasib membawa ketiganya pada jalan hidup yang berbeda-beda.

Inilah kisah yang dihadirkan dalam film drama Thailand berjudul Muay Thai Chaiya. Jenis tinju yang dibawa dalam film garapan sineas Kongkiat Komesiri ini bukan tinju biasa, melainkan muay Thai, seni bela diri yang dipelajari para prajurit perang Thailand zaman dulu. Seiring dengan berjalannya waktu, muay Thai beralih menjadi olahraga tinju bergengsi di Negara Pagoda itu.

Film ini berlatar kehidupan Thailand pada 1970-an yang tengah demam muay Thai. Di pinggir pantai desa yang terletak di selatan Thailand, juara-juara tinju lahir. Di desa nelayan tempat Piak, Pao, dan Samor besar itu, pertarungan muay Thai adalah pemandangan sehari-hari.

Sesampainya di Bangkok, Pao berpisah dengan kedua kawannya. Pao, yang telah bertemu ayahnya, Tew Chaiya, berlatih di sasana tinju modern dan mewarisi jurus kuno yang dahsyat bernama chaiya. Kata chaiya sendiri diambil dari nama ayah Pao yang menciptakan jurus mematikan itu. Adapun Piak dan Samor malah masuk ke dalam jurang pertarungan tinju para mafia.

Selain jalan ceritanya yang menarik dan tak monoton, film garapan Five Star Production ini menampilkan alam Thailand yang elok. Pemandangan sebuah pantai dengan hamparan laut biru terang mengingatkan penonton akan latar film The Beach yang dilakoni Leonardo Dicaprio beberapa tahun lalu.

Penonton dibawa ke Kota Bangkok era 1970-an, lengkap dengan model kemeja pas badan, celana ketat dengan ujung lebar, dan beceng yang wujudnya masih kuno. Namun, ada yang mengganjal dalam film ini. Mengapa dalam sebuah perhelatan bergengsi, begitu sulit melacak bahwa Diamong, lawan Pao, menggunakan doping sebelum bertanding?

Meski banyak adegan seru di atas ring yang biasanya disukai bocah laki-laki, Muay Thai Chaiya tak cocok untuk anak-anak karena setiap pertarungan selalu menampilkan wajah babak belur dengan cipratan darah di lantai ring. Tak hanya itu,
aksi Piak dengan pedangnya selalu mempertontonkan sayatan lebar dengan darah kentalnya.

Ini bukan film pertama bagi Komesiri. Sebelumnya, sutradara berkulit gelap ini pernah membesut dua buah film horor, yakni Art of the Devil 2 dan The Unseeable. Tapi, dalam The Unseeable, dia hanya bertindak sebagai penulis naskah.

Dalam film yang diputar di Blitzmegaplex mulai kemarin ini, Komesiri memasang seorang legenda juara tinju, Yodsanan 3K Battery. l AGUSLIA HIDAYAH

Judul: Muay Thai Chaiya
Jenis: Drama aksi
Sutradara: Kongkiat Komesiri
Produksi: Five Star Productions
Pemain: Akara Amarttayakul, Thawatchai Penpakdee,
Sonthaya Chitmanee, Parita Kongp


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anjing Super
Tentang Kedewasaan
Memperjuangkan Cinta
28 Film Meriahkan Festival Film Prancis
Pemblokiran You Tube Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik
Iwan Fals Main Film Kekasih
Kalla Puas dengan Ayat-Ayat Cinta
Astro Putar 58 Jam Film Indonesia
Romeo-Juliet ala Indonesia
Demi Cinta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122775 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data