Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rasa Baru Alena
Selasa, 01 April 2008 | 12:47 WIB

TEMPO Interaktif, : Wajah lama yang pernah bercokol di dunia musik itu muncul kembali. Alena, yang kini berusia 26 tahun, memang belum terbilang penyanyi senior. Namun, nama penyanyi berwajah oriental ini sempat berkibar pada awal 2000-an. Kini Alena kembali menuntaskan kerinduannya pada dunia musik. "Sekarang saya kembali ke dunia yang sangat saya cintai," kata Alena, yang beberapa waktu lalu meluncurkan album anyarnya, Seindah Diriku.

Album ini berisi 12 lagu dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Mandarin, dan Inggris. "Saya ingin memberikan rasa baru," tuturnya. Alena mengakui tema lagu pada album sebelumnya lebih banyak dominasi persoalan pribadi. Kini ia meramu kebersamaan dengan melibatkan peran banyak orang. Maka peraih Grand Champion Asia Bagus Malaysia pada 2000 ini mengemas album anyarnya itu dengan makna filosofi soal toleransi, persaudaraan, perdamaian, cinta tanpa syarat, serta yang terpenting persatuan di dalam perbedaan. "Pokoknya saya memberikan rasa baru yang mengejutkan," dia melanjutkan pelan.

Alena menyebutkan pada album ini dia berkolaborasi dengan The Saba pada lagu Seindah Diriku. Kemudian lagu Perbedaan menampilkan rapper Saykoji. Lagu berbahasa Mandarin yang dilantunkannya adalah Lavender (Wei Ni Cun Zai) dan Sudah Memilih Dia (Yi Xuan Le Ta). Adapun lagu berbahasa Inggris bertajuk Love to Last My Life. Sisanya, lagu Tanpa Air Mata, Maaf, Awan Putih, Hati yang Bicara, Cinta Menepi, Telanjur Memilih Dia, serta Berbagi Cerita, ditampilkan dalam garapan musik pop yang apik.

"Lewat album ini, saya ingin mengajak para pencinta musik untuk kembali ke hati dan melihat kelebihan dari agama, suku bangsa, dan bahasa lain," katanya. Secara keseluruhan, Alena menyajikan rasa barunya dalam tampilan yang lebih dewasa. Hal itu tecermin dari penampilan sampul albumnya yang mengenakan busana sangat fashionable, yang memberi kesan wanita mandiri. Pada sisi musikalitasnya, Alena menunjukkan kefasihan vokalnya, terutama ketika melantunkan cengkok khas lagu Mandarin yang terkenal sulit.

Menurut Popo Fauzan, produser musik album ini, musik yang diangkat dalam album tersebut menggambarkan sebuah kejujuran dalam berkarya. "Saya tetap mempelajari minat pasar, tanpa mengorbankan idealisme Alena. Saya tahu keunikan vokal miliknya. Karena itu, saya melengkapinya dengan peralatan canggih midi computer serta alat musik orisinal," tutur Popo.

Tak hanya Popo yang bergabung, album ini juga menyertakan sederet nama pemusik lain, seperti Rully Roel; Tweety Do, yang namanya melambung dalam Pencipta Lagu Pop (Cilapop) 2006; dan Andi Rianto. "Saya memberikan ciri string ala Magenta Orchestra," papar Andi.

Yang menarik, pembuatan klip video untuk lagu Lavender (We Ni Cu Zai) digarap oleh Ivan Handoyo, dengan mengambil lokasi menyanyi di gedung-gedung tua tak terawat di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Ivan menyajikan gambar dramatis pada lagu berlirik Mandarin ini berupa potret kehidupan sehari-hari komunitas Tionghoa yang tinggal di sana.

Lagu itu mencerminkan sebuah kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu tanpa membedakan golongan, status sosial, dan perbedaan lain. Dalam klip video ini, digambarkan sosok seorang kakek yang bekerja sebagai pemain wayang Cina keliling. Dia harus membanting tulang dari pagi hingga sore demi mencari nafkah untuk anak-istri tercintanya. "Cinta yang diberikan si kakek, betapa dalam usia renta masih semangat berjibaku memberikan sebuah tanggung jawab demi keluarganya," kata Alena.

Pengamat musik Bens Leo menyatakan rasa kagumnya terhadap album ini. Menurut dia, Alena merupakan penyanyi dinamis seperti kebanyakan penyanyi lain yang ikut menciptakan lagu untuk albumnya. "Saya kagum, ia tidak hanya memberikan sisi hiburan, tapi juga pesan moral yang sarat pembauran dibumbui unsur rap dan lirik Mandarin. Pokoknya, benar-benar renyah rasa baru yang diusungnya," Bens memaparkan.

Sementara itu, musisi Dian H.P. berucap singkat, "Penggarapan musiknya menarik, menjadi sebuah album yang enak didengar." l HADRIANI P


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Angklung Diusulkan Jadi Mahakarya Indonesia
Album Baru Shakira
Radja Luncurkan “Benci Bilang Cinta”

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120174 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data