Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Gaya Busana Lebih Segar Saat Ramadan
Rabu, 03 September 2008 | 08:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bosan bergaya dengan gamis, tunik, ataupun kebaya yang penuh dengan payet, bordiran, maupun manik-manik selama Ramadan? Bagaimana bila Anda menjajal busana muslim putih yang idenya dicuplik dari gaun perempuan Inggris era 1970-an karya Merry Pramono?

Dengan busana serba putih, kesucian bulan ini tetap tecermin. Sedangkan dengan gaya Eropa, tampilan pun semakin ciamik. Kreasi Merry itu muncul dalam peragaan busana karya para perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri, mereka menggelar kreasi terbaru dalam satu tema, "Sutra Ramadan", di Cascade Lounge Hotel Mulia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ada 10 perancang yang ambil bagian. Mereka berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Busana muslim yang disajikan lebih variatif, tidak lagi mengacu pada model busana muslim yang melekat selama ini. Tampilan perempuan muslim pun lebih segar dan berwarna.

Bila ingin muncul dalam gaya lebih feminin, Anda bisa menengok kreasi Jeny Tjahyawati, yang memunculkan siluet busana era 1960-an. Menggunakan bahan katun bermotif floral dan warna natural, busana muslim terlihat cantik dalam potongan tunik, gamis siluet ramping, maupun jas panjang. Aksen renda hadir sebagai pemanis.

Gaya busana muslim yang lebih dinamis ditampilkan Hanni Hananto. Meski detail busana minimalis, teknik lipit dalam palet klasik membuat busana terlihat ringan dan lebih modern. Busana dinamis dengan warna-warna muda ditampilkan oleh anggota APPMI dari Sumatera Barat, Ade Listiyani. Sedangkan Raizal Rais mempersembahkan koleksi bercorak retro dalam warna ceria pada gaya busana muslim urban Timur Tengah.

Tak kalah unik dan berwarna kreasi desainer dari Jawa Barat, Nuniek Mawardi, yang mengusung tema "ExoPlayism". Terinspirasi oleh keindahan tenun ikat NTT dan warna warna fantastis lukisan Mesir kuno, Nuniek menampilkan busana dalam warna-warna cerah, seperti paduan tosca, hijau, ungu, biru, dan oranye, pada tunik selutut dipadu legging rajutan. Ia membuat koleksi untuk segala umur--anak-anak, remaja, hingga dewasa. "Saya memang ingin menampilkan busana yang dinamis tapi nggak berlebihan, namun tidak minimalis juga," ujarnya.

Perancang dari Jawa Timur, Lia Afif, yang berniat menampilkan gaya baru, menghadirkan ragam hias tato dan permainan unsur garis serta potongan tegas. Perancang lain yang menyemarakkan acara tersebut antara lain Ani Medina, Toera Imara, dan Herman Nuary.

Ketua Umum APPMI Taruna K. Kusmayadi mengatakan acara tersebut diharapkan dapat membuktikan kepada publik bahwa busana muslim di Indonesia berkembang cukup pesat. "Sekitar 1970-an busana muslim memiliki stereotip negatif dan dianggap kampungan. Sekarang busana muslim justru menjadi gaya hidup wanita Indonesia," katanya. 

S Ika Sari


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jogja Fashion Week Hadirkan Fashion Etnik
Ragam Keindahan dalam Jakarta Fashion Week 2008
Pesona Batik Keraton nan Elegan
Gemerlap Jakarta Fashion Week 2008
Busana Untuk Para Traveler
Keindahan Musim Panas
Kala Jember Berpesta Jalanan
Aura Kesegaran Musim Panas
Karnaval Fasion ala Jember

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk133486 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data