Edisi 10/03 - 9/Mei/1998

Wawancara Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri:
"Agenda Reformasi Harus Dilaksanakan Secara Simultan"

Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri Beberapa waktu lalu, Ikatan Alumni Seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia (Ikaptisi) mengadakan "Seminar Nasional Menegakkan Kembali Jati Diri dan Harga Diri Bangsa Indonesia Melalui Pendidikan Nasional" di Balairung UI Depok. Ada sekitar 600 alumni dari sembilan perguruan tinggi yang hadir, yakni mewakili ikatan-ikatan alumni UI, UKI Jakarta, ITB, UGM, Unsri Palembang, IPB, Unhas Ujungpandang, USU Medan, dan Unair Surabaya.

Para alumni ini dengan tegas menyatakan komitmennya terhadap reformasi. Kepada Mustafa Ismail dari TEMPO Interaktif yang mewawancarainya lewat telepon Rabu, 6 Mei lalu, Ketua Umum Ikaptisi Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri mengatakan bahwa reformasi itu adalah hal yang terus-menerus dilakukan. "Ini karena reformasi mencakup banyak hal, ada bidang politik, ekonomi dan lain-lain. Sepanjang para alumni ini menyumbangkan pikirannya, ini jalan terus," kata mantan Rektor UGM ini.


Apa yang melatar belakangi diadakannya seminar nasional di Depok kemarin?

Itu sebetulnya untuk menyumbangkan pemikiran mengenai masalah-masalah yang dihadapi sekarang, yang sudah dimulai oleh para mahasiswa dengan reformasinya. Gerakan itu sangat kami hargai. Karena alumni itu terdiri atas anggota yang bermacam-macam, yakni ada dosen-dosen, ada pejabat, ada mantan pejabat, perwira, purnawirawan, ada mantan aktivis mahasiswa dan sebagainya. Dan itu semua memungkinkan pemikiran-pemikiran mereka disumbangkan untuk memecahkan masalah.

Apakah yang hadir itu merupakan representasi dari alumni semuanya atau keseluruhan alumni dari seluruh Indonesia?

Dalam waktu singkat kan tidak mungkin. Itu suatu inisiatif yang diambil bersama-sama dengan ILUNI dari UI. Dan itu merupakan organisasi yang meliputi seluruh Indonesia. Jadi, para praktisi itu adalah organisasi dari ikatan-ikatan alumni.

Apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu?

Yang penting di situ ada suatu pernyataan yang berkaitan dengan berbagai masalah. Itu merupakan suatu tuntutan.

Apa bentuk tuntutan itu?

Pernyataan keprihatinan tentang bermacam-macam hal, tentang krisis dan sebagainya.

Apa persoalan yang paling menonjol dalam tuntutan itu?

Dalam tuntutan itu masing-masing persoalan diberi porsi sama. Jadi, tidak ada yang paling menonjol. Di situ ada persoalan reformasi ekonomi, reformasi politik, ada masalah orang hilang, yang semuanya merupakan hal yang dikemukakan untuk dimintakan suatu kebebasan.

Ikaptisi sendiri punya program apa untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa sekarang ini?

Yang paling utama dalam hal ini sebenarnya adalah kegiatan itu dari masing-masing anggotanya. Misalnya seperti ikatan alumni IPB kegiatannya kan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bidang pertanian. Kemudian Kagama sudah dua kali mengemukakan pernyataan mereka tentang ekonomi, politik dll. Sebetulnya kita mengadakan pemantauan terhadap berbagai hal. Seperti tanggal 20 Mei nanti juga akan ada pertemuan lagi, rencananya di Depok, yang merupakan kelanjutan yang lebih substansial. Kalau kemarin kan cuma pernyataan. Masalahnya, yang substansial itu penting karena kemudian kita bisa sampai pada pengajuan alternatif. Karena bagi saya, seorang cendekiawan adalah yang mampu menginternalisasikan cara berpikir alternatif. Jadi berbagai hal yang dikemukakan itu perlu dikaitkan dengan alternatif pemecahannya.

Apakah Ikaptisi sekarang ini sudah merumuskan suatu konsep atau bagaimana?

Sebenarnya kami tidak berkaitan dengan Ikaptisinya sendiri, tapi adalah suatu gerakan yang bersama-sama dilaksanakan oleh para anggotanya. Jadi, di sini kita bisa meminta supaya ikatan alumni itu mengembangkan berbagai pemikiran sesuai bidangnya masing-masing. Dan ini sudah mulai dikerjakan. Jadi, tidak perlu Ikaptisi itu muncul ke muka. Yang penting adalah ada suatu gerakan para alumni sebagai kesepakatan bersama, yakni dengan masing-masing dengan kekuatan dan keahliannya sendiri mengajukan berbagai alternatif.

Pertemuan tanggal 20 Mei nanti merupakan pengajuan konsep alternatif itu?

Tentang berbagai hal. Jadi, itu tidak perlu dikaitkan dengan program bersama, karena yang kita tekankan titik berat kegiatan justru dari para anggota.

Artinya anggota yang berperan untuk merumuskan konsep?

Ya, karena mereka punya keahliannya masing-masing. Kami ini sebagai koordinator dan yang melakukan pemantauan.

Apakah Ikaptisi sudah punya agenda?

Itu akan disusun bersama. Tapi, titik beratnya sekali lagi adalah bagaimana para anggota ini bermitra bersama kemudian sampai pada berbagai saran baik konseptual maupun operasional. Karena, kalau masalah tentang harus adanya reformasi, itu sudah tahu semua. Tapi jika sampai kepada bagaimana kita harus mengatasi, itu perlu dipikirkan bersama.

Lalu, sampai kapan para alumni ini bergerak untuk reformasi?

Ya, terus menerus. Ini karena reformasi mencakup banyak hal, ada bidang politik, ekonomi dan lain lain. Sepanjang para alumni ini menyumbangkan pikirannya, ini jalan terus.

Apakah para alumni punya satu target tertentu?

Kami tidak bisa memastikan apakah harus terpenuhi dalam satu atau dua bulan. Itu sulit. Yang penting adalah adanya isyarat-isyarat ke arah perbaikan. Seperti yang Pak Emil kemukakan bahwa recall itu dicabut. Yang mencabut itu kan tidak punya hak untuk me-recall. Recall hanya dilakukan oleh masing-masing parpol dan Golkar. Jadi kalau mereka mengatakan recall tidak ada lagi, berarti para anggota bisa bicara sesuai dengan hati nuraninya. Hal semacam inilah yang dikejar.

Apa agenda reformasi yang sekarang ini paling penting dikedepankan?

Saya paling tidak senang kalau dikatakan ada yang paling penting, karena semuanya harus bersamaan atau simultan. Oleh karena itu, berdasar pada keanggotaan Ikaptisi yang dari berbagai bidang, ini memungkinkan penanganan yang simultan sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Konkretnya, bentuk reformasi yang bagaimana yang perlu terus ditumbuhkan?

Kita kan bicara mengenai reformasi ekonomi. Kita tahu soal IMF dan sebagainya. Dalam hal ini, para ahli ekonomi yang jadi anggota misalnya dari UI, UGM atau dari universitas lain bisa mengemukakan berbagai alternatif pemecahannya. Itu juga merupakan masukan. Kalau dalam bidang politik, ahli politik yang jadi anggota kan cukup banyak. Dengan demikian akan muncul berbagai alternatif yang kemudian dipertimbangkan. Dalam hal ini kita bantu untuk memecahkan masalah.

Bagaimana dengan tuntutan mahasiswa, sidang istimewa dan segala macam itu?

Ya kami bagi-bagi. Kalau masalah politik, seperti sidang istimewa, kami serahkan kepada pakar politik anggota kami. Masalah ekonomi kepada pakar ekonomi. Lalu masalah tentang krisis kepercayaan itu kan merupakan pendekatan-pendekatan yang kadang-kadang disipliner, kadang-kadang multidisipliner. Maka itu saya tidak setuju kalau ditanyakan mana yang paling penting. Dalam hal ini semuanya penting, karena kalau kita menunggu menyelesaikan satu hal baru yang lain, kita nggak akan sampai-sampai pada tujuan.

Ada yang mengatakan reformasi politik itu lebih diutamakan. Bagaimana ini?

Lebih diutamakan bukan berarti yang lain harus menunggu. Memang itu yang paling penting, tapi bukan berarti itu dulu yang harus dituntaskan.

Dalam hal politik, reformasi bentuk apa yang sekarang sangat kita butuhkan?

Memberdayakan lembaga perwakilan. Artinya mereka harus mampu bergerak sebagai lembaga perwakilan. Dalam hal ini, kita bisa lihat apakah undang-undang politik perlu ditinjau kembali, dsb. Jadi, ini merupakan penugasan-penugasan kepada tim-tim di masing-masing ikatan alumni. Kami masing-masing sudah memahami apa yang harus dikerjakan, jadi tinggal mengumpulkan saja. Kami juga tidak ada keinginan untuk menonjol, yang penting pemecahan masalah. Kemudian, pemecahan itu disampaikan kepada yang perlu pemecahan tersebut.

Reformasi itu apakah harus dilaksanakan secara total - mencakup sistem dan orang yang ada dalam sistem itu - atau bagaimana?

Ini yang saya tidak berani bicara atas nama Ikaptisi keseluruhannya. Karena masukannya belum sampai. Jadi saya kira pertanyaan itu sukar saya jawab. Karena kalau kita bicara mengenai totalitas politik, ahli-ahli politik anggota kami itu kan sudah mempelajari. Buat saya, terlalu prematur kalau harus saya katakan sekarang.

Turunnya para alumni ini ke berbagai kegiatan yang mendorong reformasi, apa maknanya?

Yang harus dilihat adalah bahwa dalam situasi yang sangat gawat sekarang ini, memerlukan adanya peran serta para intelektual. Mahasiswa yang sudah memulai reformasi dan sebagai ujung tombaknya itu kemudian kan sering ditantang soal konsep segala macam. Alumni itu adalah bagian dari civitas akademika. Civitas akademika itu ada mahasiswa, dosen, alumni, dan tenaga administrasi. Jadi itu bersama-sama universitas tampil sebagai lembaga-lembaga yang mencoba memecahkan masalah yang dihadapi sekarang ini. Civitas akademika dalam arti luas itu termasuk alumni dan tenaga administrasi. Sekarang ini empat unsur itu merasa bahwa ini waktunya untuk tampil ikut memecahkan masalah.

Apakah kegiatan para alumni ini tidak berseberangan dengan para alumni yang ada di pemerintahan?

Mereka juga anggota kami. Dan justru kalau kami bicara, kami mengundang mereka. Mereka kan yang tahu kendalinya. Seperti kami yang dosen, kami kan hanya teoritisi. Mereka yang di lapanganlah yang mengerti. Dengan demikian merupakan suatu perpaduan pengalaman, perpaduan dari berbagai aspek. Itulah kekuatan alumni. Juga ada purnawirawan, dan segala macam, tapi semua bicara sebagai alumni dalam baju yang lain. Semua itu dengan satu hasrat bahwa situasi yang sudah gawat ini harus diatasi.

Sejauh tidak ada pertentangan konsep antara alumni yang berada di dalam pemerintahan dengan yang di kampus atau di luar pemerintahan?

Tidak ada yang di luar dan di dalam, kok. Itu kan merupakan satu kesatuan kekeluargaan. Saya tidak melihat ada perbedaan. Kemarin itu macam-macam yang hadir. Semua dengan satu itikad bagaimana memecahkan masalah dengan pikiran kita. Apa ada yang tidak mau memecahkan masalah yang dihadapi bangsa dan negara ini? Tidak ada. Semua ingin memberikan bahan. Keragaman pendidikan dan keragaman pengalaman justru sangat berarti. Jadi kalau dosen saja barangkali lebih banyak pada masalah teoritis.

Konsep reformasi yang dipahami oleh Ikaptisi itu bagaimana?

Reformasi itu meliputi reformasi ekonomi yang mempunyai bagian-bagiannya. Reformasi politik mempunyai bagian-bagiannya. Itulah yang sekarang sedang dirumuskan untuk pernyataan umum. Tidak bisa lain. Keputusan itu diambil dengan persiapan pendek, tapi itu merupakan satu keputusan yang spontan, dan akan diikuti oleh sesuatu yang lebih mendasar. Itu yang tidak boleh saya katakan sekarang, karena masih digarap oleh para ahli kita.

Semua itu akan dipresentasikan pada tanggal 20 Mei itu?

Pertemuan 20 Mei itu merupakan suatu bentuk inventarisasi dari apa yang dikerjakan, siapa yang telah bergerak. Dengan demikian bisa dilihat bagian apa yang masih kurang.

Artinya pada tanggal 20 Mei itu belum ada konsep?

Belum. Dan sekali lagi konsep itu yang penting adalah masing-masing yang bergerak. .

Nanti akan diundang alumni seluruh Indonesia?

Nggak mungkin toh. Mana mungkin seluruh Indonesia. Gajahmada saja, Kagama, punya tujuh puluh ribu alumni. Yang diundang itu organisasinya, pengurus-pengurusnya. Yang penting kan bukan banyaknya orang, tapi bobot pemikiran. Maka itu kita kumpulkan yang punya bobot pemikiran. Dan selama ini kita tahu siapa-siapa yang punya konsep. Tapi bukan hanya konsep operasional, pemerintah juga mengharapkan operasionalnya seperti apa. Kami tidak mau semata-mata hanya mengkritik segala macam, seolah-olah di pinggir jalan. Kami tidak mau begitu.

Apakah Ikaptisi juga akan memberikan semacam dorongan moral bagi mahasiswa?

Ya, itu kan hubungannya sudah sangat erat sekali. Kami kan sudah mengatakan bahwa gerakan moral dari mahasiswa itu sangat kita hargai. Mereka itulah ujung tombaknya.
Copyright © PDAT